BERITA ACARA KEGIATAN VISITING PROFESSOR

Pada hari Sabtu, tanggal 18 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Visiting Professor yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa sebanyak 190 mahasiswa yang terdiri dari Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia angkatan 2023, mahasiswa Magister angkatan 2025, dan mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Kimia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Ahmet Mavi dari Atatürk University, Turkiye, yang membawakan materi bertema Protein Synthesis & Cancer Biology dalam bidang ilmu kimia. Adapun rangkaian kegiatan berlangsung yaitu pembukaan oleh panitia penyelenggara, sambutan Ketua Departemen Pendidikan Kimia Dr. Retno Arianingrum, M.Si, penyampaian materi Prof. Dr. Ahmet Mavi, kemudian dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab, ucapan terima kasih oleh Prof. Dr. Antuni Wiyarsi, S.Pd.Si., M.Sc. dan diakhiri dengan foto bersama.   

Prof. Dr. Ahmet Mavi menyampaikan materi mengenai Protein Synthesis dan pengantar Cancer Biology secara komprehensif dengan pendekatan kimia dan biokimia. Pemaparan diawali dengan penjelasan mengenai sel sebagai unit dasar kehidupan. Selanjutnya, dijelaskan bahwa protein merupakan molekul kunci yang memiliki peran sangat vital dalam kehidupan. Protein berfungsi sebagai enzim yang mempercepat reaksi kimia, sebagai penyusun struktur tubuh, sebagai alat transportasi zat, sebagai hormon pengatur, serta sebagai sistem pertahanan tubuh. Selain itu, protein juga berperan dalam pergerakan otot, penyimpanan zat penting, dan komunikasi antar sel.

Pembahasan kemudian berlanjut pada proses sintesis protein yang merupakan inti dari ekspresi genetik. Dijelaskan konsep Central Dogma of Biochemistry, yaitu alur informasi genetik dari DNA yang ditranskripsi menjadi RNA kemudian diterjemahkan menjadi protein. Proses ini melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu transkripsi, splicing, dan translasi di ribosom. Selain proses alami dalam sel, narasumber juga menjelaskan bagaimana protein dapat disintesis secara buatan di laboratorium. Metode seperti Solid Phase Peptide Synthesis (SPPS) memungkinkan produksi protein secara kimia sementara teknologi rekayasa genetika memungkinkan produksi protein dalam jumlah besar menggunakan mikroorganisme. Contoh nyata dari aplikasi ini adalah produksi insulin untuk penderita diabetes serta pemanfaatan enzim dalam berbagai teknologi biologi molekuler. Dalam kaitannya dengan kesehatan, dijelaskan bahwa perubahan atau kesalahan dalam sintesis protein dapat menyebabkan berbagai penyakit. Misalnya, perubahan struktur protein tertentu dapat menyebabkan anemia. Selain itu, diperkenalkan pula pendekatan terapi modern seperti penggunaan antisense mRNA yang dapat menghambat ekspresi gen tertentu.

Pada bagian akhir, narasumber memberikan pengantar mengenai cancer biology, yaitu bagaimana gangguan dalam regulasi sintesis protein dan ekspresi gen dapat memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Mutasi pada DNA dapat menghasilkan protein abnormal yang berperan dalam perkembangan kanker. Oleh karena itu, pemahaman mengenai sintesis protein menjadi sangat penting dalam pengembangan terapi dan penelitian kanker. Secara keseluruhan, materi yang disampaikan memberikan wawasan yang luas mengenai peran penting protein dalam kehidupan serta aplikasinya dalam bidang kesehatan dan bioteknologi modern.